Kalau ditanya hal apa yang paling kusukai? Dengan yakin pasti akan kujawab " Fotografi". Setua apapun sebuah gambar, mereka tetap membawakan kenangan setiap kita melihatnya. Seperti saat ini, aku bisa tersenyum hanya dengan melihat sebuah album foto berwarna cokelat muda. Album itu seperti mesin waktu sederhana yang mengajakku kembali ke masa lampau. Masa dimana aku merasa sangat bahagia.
Foto pertama aku dan dia. Ditengah rerumputan luas, aku dan dia sedang naik kuda berdua. Pertama kalinya naik kuda, pasti sangat seneng. Tapi sayang kudanya dipegangi sama tukangnya pake tali jadi gak seru deh gak bisa lari kaya di film.
" Aku mau naik ", ucapku ketika melihatnya berada diatas SD. SD itu memang baru dibangun, dan masih belum ada atapnya. Setiap sore, banyak anak cowo yang bermain disana. Termasuk dia. Dan cara untuk dapat ke atas sana adalah dengan memanjat pohon rambutan. Tapi tidak mudah, karena pohon tersebut tidak berdahan..
" Jangan, ntar aku dimarahin teteh." tolaknya. Tapi pada akhirnya dia pun menuruti kemauanku.
Atas SD itu cukup tinggi bagiku yang masih kanak kanak. Dari sana, kita dapat melihat pemandangan yang lebih luas dibandingkan di bawah. Angin sore hari terasa sangat sejuk. Buah rambutan yang panen menjadi cemilannya. Betul-betul tempat favorit. Foto kedua kami.. Sayangnya, kesenangan itu harus berhenti ketika kakaknya tidak sengaja melihatku.Dan kasihan dia jadi dimarahi. Hahahaa,,
Foto ketiga ketika aku dan dia sedang bermain gebox. Saat itu, aku kena dan rasanya sakit banget. Tapi kemudian, dia memintaku untuk mengenainya. Abis itu dia jaga dan mengenai orang lain. Selanjutnya, dia selalu menuntunku berlari. Aku jadi gk pernah kena bola lagi. Ada juga dia yg jaga karena kalo aku mau kena bola pasti dia lindungi.
Foto selanjutnya, rawa buntu. Ketika itu aku belum dijemput. " Mau balik gk? Lewat rawa buntu yuk !", ajaknya. Katanya seru. Aku yang belum tahu merasa tertarik . Dan memang benar, tempatnya seru. Jalan di tebing, cukup tinggi. Kanan kiri rawa kering. Pemandangan yang jarang ditemui.Hingga akhirnya aku harus melewati tebing yang cukup luas tp gak berani. Akhirnya, jadi terpaksa muter keliling dengan jalan yang jauh lebih jauh deh.
Begitu banyak foto, dan semuanya merupakan kenangan yang sangat indah yang gak mungkin terlupakan.
Aku menutup album fotoku. Dari jendela kamarku, kulihat dia yang sedang tertawa dengan teman perempuannya. Dia yg melihatku tersenyum padaku. Aku pun tersenyum balik. Jujur, rasanya iri dengan cewe yang membuatnya tertawa seperti itu. Andai aku bisa, tapi aku hanyalah saudaranya dan gak akan mungkin bisa lebih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar